Rumah Subsidi Disiapkan di Kawasan Industri untuk Kesejahteraan Pekerja

Jakarta – Penyediaan rumah subsidi bagi pekerja di kawasan industri terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendekatkan hunian dengan lokasi kerja.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan perkembangan kawasan industri turut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja sehingga penyediaan hunian yang terjangkau bagi pekerja menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan.

“Setiap kawasan industri menurut pandangan kami memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Karena jumlah penyerapan pegawai dan kebutuhan pekerja akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya kawasan industri,” kata Sid.

Sid menyampaikan banyak penerima KPR subsidi dalam Program 3 Juta Rumah berasal dari kalangan pekerja di kawasan industri. Karena itu, BP Tapera mendorong kolaborasi dengan pengelola kawasan industri untuk mendukung pengembangan perumahan pekerja secara strategis dan terencana.

“Kami ingin berkolaborasi bagaimana secara strategis dan terencana, kami bisa mendukung kawasan industri ini dengan perkembangan perumahannya,” ungkap Sid.

Menurut Sid, KPR subsidi menawarkan sejumlah kemudahan yang dapat membantu pekerja memperoleh hunian, antara lain uang muka yang ringan dan suku bunga tetap hingga masa kredit berakhir.

“Melalui program ini DP-nya hanya perlu 1 persen saja. Suku bunganya 5 persen dan ini tidak berubah hingga KPR tersebut lunas dan rumah menjadi milik,” jelasnya.

Program KPR subsidi juga menyediakan tenor pembiayaan hingga 40 tahun sehingga cicilan dapat disesuaikan agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Dengan 700 ribu rupiah per bulan, masyarakat sudah dapat menghuni rumah dan mencicil rumah tersebut hingga lunas,” tambah Sid.

Selain kemudahan pembiayaan tersebut, BP Tapera menyediakan sejumlah dukungan dalam program KPR subsidi, mulai dari bantuan uang muka sebesar Rp4 juta, pembebasan PPN, hingga dukungan premi asuransi dari perbankan. BP Tapera juga mengembangkan skema KPR rusun subsidi sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin memperoleh hunian lebih dekat dengan tempat kerja di kawasan perkotaan.

Untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi pekerja, BP Tapera berkolaborasi dengan 43 mitra perbankan yang siap menyalurkan KPR subsidi. Hingga September 2026, penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai sekitar 50.750 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp18,8 triliun.

Kolaborasi BP Tapera dengan pengelola kawasan industri, pengembang, dan perbankan diharapkan memperluas akses rumah terjangkau sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *