Mitigasi Energi Disiapkan Pemerintah Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Tidak Boros

Jakarta – Pemerintah memastikan kesiapan sektor energi nasional menjelang perayaan Idulfitri dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi di seluruh wilayah Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman tanpa gangguan pasokan energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan masih memiliki waktu hingga akhir bulan ini untuk menyiapkan mitigasi dampak kenaikan harga dan pengetatan pasokan minyak dunia terhadap cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.

“Kita masih ada waktu sampai akhir Maret. Kita masih bisa menghadapi ini, walaupun tadi pagi saya rapat di kantor sudah mulai ada April nih ada sedikit pemikiran yang harus effort, extra effort. Karena kita menyiapkan April itu sekarang, kalau sekarang kondisi yang tidak stabil, tidak bisa kita manfaatkan, maka April ini kita menghadapi masa-masa sulit,” kata Laode.

Laode mengungkapkan sejumlah negara di Asia Tenggara sudah menghadapi masa sulit tersebut sumber minyak sejak Maret, sementara Indonesia diklaim sudah mengamankan seluruh pasokan BBM dan minyak mentah untuk bulan ini.

Dengan begitu, dia mengklaim Kementerian ESDM bakal melakukan usaha ekstra untuk memastikan stok komoditas energi nasional tidak menurun secara drastis dan menimbulkan masalah selepas Idulfitri.

“Nah, kita sedang berpikir juga untuk setelah Maret, bagaimana prosesnya sedang kita lakukan inovasi-inovasi agar nanti kebutuhan dari komoditas yang saya bacakan tadi tidak menurun secara drastis dan menimbulkan masalah pada April dan ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kenaikan kebutuhan BBM sejak Ramadan hingga Idulfitri.

“Dan di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY kami pastikan aman, kami telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi konsumsi mulai momen Ramadan sampai pada saat nanti Idulfitri,” kata Taufiq.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pertamina menyiagakan 40 SPBU di jalur nontol yang beroperasi 24 jam. Selain itu, disiapkan pula SPBU kantong dan layanan motoris untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun antrean kendaraan, khususnya di jalur tol.

“Kemudian ada SPBU siaga di jalur nontol, itu ada 40 SPBU yang buka 24 jam, untuk mengantisipasi para pemudik. Kemudian ada mobile storage atau kantong BBM yang diperbantukan untuk memangkas jarak suplai waktu tempuh,” ujarnya.

Langkah mitigasi ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi energi serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat merayakan lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *