Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya sebagai penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kebijakan ini mendorong transformasi ekonomi dari ekspor bahan mentah menuju industri pengolahan bernilai tambah tinggi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi hilirisasi pada Januari–September 2026 mencapai Rp480 triliun, tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi 31,2 persen terhadap total investasi nasional.

“Kontribusi hilirisasi meningkat dalam dua tahun terakhir ini yang tadinya kontribusi hilirisasi 25 persen sudah mencapai 30 persen dari total investasi yang masuk,” ujar Rosan.

Rosan juga menegaskan, “Lebih dari 75 persen realisasinya di luar Jawa dari hilirisasi.”

Menurutnya, perkembangan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas pusat-pusat industri baru. Secara nasional, investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan hampir 5,49 juta tenaga kerja.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya hilirisasi dalam memperkuat kemandirian ekonomi.

“Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujarnya.

Bahlil juga menekankan bahwa manfaat pengelolaan sumber daya alam harus dirasakan masyarakat daerah.

“Jangan biarkan orang daerah menjadi penonton. Jadikan orang daerah itu menjadi tuan di negeri mereka sendiri,” kata Bahlil.

Ia menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi harus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan agar pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

“Supaya pengelolaan sumber daya alam kita tidak gila-gilaan. Karena kami berpandangan bahwa negara ini diatur untuk berkelanjutan. Masih ada anak cucu kita yang harus kita wariskan kepada mereka,” ujar Bahlil

Peningkatan kontribusi investasi hilirisasi menjadi momentum untuk memperkuat industri nasional, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal.

Dengan konsistensi kebijakan, penguatan teknologi, dan investasi berkualitas, hilirisasi diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *