2 Tahun Pragib, Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Jadi Modal Hadapi Ketidakpastian Global

Jakarta – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dinilai telah menunjukkan kemajuan dalam menjaga stabilitas ekonomi. Termasuk, memperkuat ketahanan pangan hingga memperluas akses pendidikan dan kesehatan.

Guru Besar Universitas Yarsi Prof. Perdana Wahyu Santosa mengatakan dari sisi perekonomian, stabilitas makro Indonesia luar biasa. Pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III mencapai 5,29 persen, dan itu merupakan capaian yang sangat tinggi sekalipun dibandingkan dengan negara maju ataupun negara-negara ASEAN.

”Hal ini tentu akan menjaga optimisme dan kestabilan masyarakat, karena setelah stabilitas makro bisa dijaga, kita bisa melihat dampaknya terhadap sektor-sektor ekonomi di bawahnya,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara dialog di salah satu stasiun TV swasta di Jakarta, Rabu (21/10) petang.

Ditambahkannya bahwa dari sisi inflasi, angka 3,85 persen merupakan tingkat inflasi yang sangat terjaga. Sekalipun ada imported inflation akibat gangguan logistik global, kondisi perekonomian kita dari sisi inflasi dan pertumbuhan PDB masih cukup baik sekali.

”Gangguan logistik global memang memberikan dampak terhadap kenaikan harga, tetapi itu bisa diredam dengan berbagai kebijakan ekonomi,” jelasnya.

Oleh karena itu, ke depannya, yang paling penting adalah menjaga stabilitas politik, kepastian hukum, dan optimisme ekonomi. Optimisme ini akan membentuk ekspektasi yang rasional sehingga Indeks Keyakinan Konsumen bisa terus berada di atas angka 100.

”Kondisi global yang sangat tidak menentu mau tidak mau akan berdampak kepada perekonomian negara kita, baik langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Di tempat yang sama, pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan bahwa apa yang dilakukan Presiden Prabowo, merupakan bagian dari skema untuk menyejahterakan rakyat Indonesia dari hulu ke hilir. Ini adalah bagian dari fondasi dasar untuk memastikan bangsa ini berada di arah yang tepat dan baik.

”Saya melihat yang paling penting adalah bagaimana grand design pemerintahan Prabowo–Gibran ini dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” ucap Ujang.

Ujang juga menambahkan bahwa program-program Presiden Prabowo saling terhubung, mulai dari MBG, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga Cek Kesehatan Gratis.

”Kalau masyarakat mengalami stunting, ada MBG; kalau orang miskin tidak punya akses pendidikan, ada Sekolah Rakyat; dan anak-anak cerdas diberikan kesempatan melalui Sekolah Garuda,” lanjutnya.

Menurutnya, MBG harus mengutamakan orang-orang miskin di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Program ini harus terfokus ke sana agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan

”MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar,” pungkasnya. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *