Pelatihan Komcad, Langkah Tepat Tingkatkan Kemampuan dan Kesiapan Pertahanan Negara

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kemampuan dan kesiapan pertahanan negara, tidak hanya melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan, tetapi juga dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, kemampuan, dan karakter bela negara.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembentukan dan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad). Program ini menjadi bagian dari sistem pertahanan semesta yang menempatkan kesiapan seluruh komponen bangsa sebagai unsur penting dalam mendukung pertahanan nasional.

Penguatan tersebut sejalan dengan kebijakan pertahanan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan perlu terus dilakukan secara bertahap untuk menjaga wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia sekaligus memperkuat daya tangkal negara.

Dalam konteks itu, pelatihan Komcad bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga memperkuat karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, dan wawasan kebangsaan.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, kebutuhan pertahanan negara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan militer dan keamanan.

“Pertahanan negara membutuhkan dukungan kapasitas nasional yang luas, bukan hanya di bidang kemiliteran, di bidang keamanan, tapi juga di bidang kesehatan, teknologi, cyber, pangan, energi, informasi, ekonomi,” ungkap Tito.

Menurut Tito, pembinaan melalui Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) perlu diarahkan untuk meningkatkan profesionalitas dan kapasitas ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Karakter aparatur yang disiplin, mampu bekerja di bawah tekanan, memahami koordinasi, serta tetap bertindak berdasarkan hukum juga dinilai penting. Nilai kedisiplinan, loyalitas, ketepatan waktu, dan kesiapsiagaan diharapkan menjadi bagian dari keseharian peserta setelah mengikuti pelatihan.

Pelatihan Komcad ASN sendiri terus diperkuat pada 2026. Gelombang I diikuti 1.773 ASN dari 55 kementerian dan lembaga pada saat pembukaan, sedangkan Gelombang II diikuti 2.065 peserta yang lulus seleksi.

Meski demikian, Tito menegaskan Komcad tidak menggantikan komponen utama pertahanan.

“Komponen cadangan bukan pengganti komponen utama, komponen cadangan hanya dilaksanakan sebuah mekanisme mobilisasi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme tersebut, Saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing,” paparnya.

Melalui pelatihan tersebut, penguatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada pembangunan kekuatan dan alutsista, tetapi juga ditopang sumber daya manusia yang siap, disiplin, profesional, dan memiliki karakter bela negara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *