Perkuat Swasembada Lewat Kerja Sama Fosfat Aljazair

Jakarta – Pemerintah terus mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi swasembada pangan nasional. Salah satunya diwujudkan melalui kesepakatan kerja sama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat asal Aljazair, dalam pengembangan industri fosfat. Kolaborasi ini diposisikan sebagai upaya jangka panjang untuk mengamankan pasokan bahan baku pupuk sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Kerja sama tersebut dinilai krusial di tengah tantangan global yang memengaruhi rantai pasok dan harga komoditas strategis. Fosfat merupakan salah satu bahan baku utama pupuk yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan pengamanan pasokan yang lebih terjamin, keberlanjutan produksi pupuk nasional dapat dijaga, biaya produksi ditekan, serta ketersediaan pupuk yang stabil bagi petani di seluruh Indonesia dapat dipastikan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menurunkan harga pupuk demi kesejahteraan petani. Menurutnya, negara harus hadir secara nyata dalam memastikan sektor pertanian mendapatkan dukungan penuh dari hulu hingga hilir.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini adalah langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah,” ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan, selama ini ketergantungan terhadap bahan baku impor menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur biaya pupuk nasional. Fluktuasi harga dan gangguan pasokan global berpotensi berdampak langsung pada harga pupuk di tingkat petani. Oleh karena itu, kemitraan jangka panjang dengan negara produsen fosfat seperti Aljazair dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian industri pupuk nasional.

Kerja sama antara Pupuk Indonesia dan Somiphos tidak hanya difokuskan pada pengamanan pasokan bahan baku, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah melalui pengembangan industri, peningkatan efisiensi, serta transfer pengetahuan dan teknologi. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun industri pupuk yang lebih kuat, modern, dan berdaya saing.

“Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” imbuh Sudaryono.

Melalui sinergi antar-BUMN, pemerintah, dan mitra strategis internasional, Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam menjaga ketahanan pangan sebagai prioritas nasional. Kerja sama fosfat dengan Aljazair menjadi bukti konkret bahwa arahan Presiden Prabowo tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat dan masa depan pangan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *