WEF 2026, Momentum Indonesia Tarik Investasi Hijau dan Industri Masa Depan

Oleh: Rivka Mayangsari *)

World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menandai fase penting diplomasi ekonomi Indonesia di tengah pergeseran arah investasi global. Forum bergengsi tersebut menjadi panggung strategis untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan industri masa depan di kawasan Asia Tenggara.

Partisipasi aktif delegasi Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, memperlihatkan keseriusan negara memanfaatkan momentum global guna mengamankan investasi berkualitas dan berkelanjutan.

Pendekatan yang dibawa Indonesia di WEF 2026 menempatkan keterbukaan dan kolaborasi sebagai fondasi utama. Pemerintah menampilkan narasi bahwa pembangunan ekonomi tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya mentah, melainkan pada transformasi struktural menuju industri bernilai tambah tinggi, rendah karbon, dan berdaya saing global. WEF Davos menjadi ruang efektif untuk memperkenalkan arah baru tersebut kepada investor, lembaga keuangan, hingga filantropi internasional.

Salah satu sorotan utama adalah debut Danantara Indonesia sebagai pengelola investasi negara. Kehadiran Danantara di panggung global memperlihatkan transformasi strategis pengelolaan aset negara yang lebih profesional, transparan, dan selaras dengan praktik internasional.

Melalui entitas tersebut, Indonesia menawarkan ruang kolaborasi konkret dengan sovereign wealth funds dan investor global untuk membiayai proyek-proyek berskala besar, terutama di sektor hijau dan industri masa depan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat persepsi bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga siap mengelolanya secara akuntabel.

Fokus promosi investasi Indonesia di WEF 2026 bertumpu pada tiga pilar utama: transisi energi, ketahanan pangan, dan hilirisasi mineral berkelanjutan. Pemerintah memanfaatkan forum tersebut untuk memasarkan agenda energi terbarukan, penguatan industri berbasis sumber daya domestik, serta pengembangan ekosistem manufaktur hijau.

Target komitmen investasi yang dipasang pun tidak main-main, mencapai Rp2.600 triliun sepanjang tahun berjalan. Angka tersebut mencerminkan ambisi besar untuk menjadikan investasi hijau sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Center of Economic and Law Studies (Celios) memandang WEF Davos 2026 sebagai momentum strategis bagi Indonesia untuk menarik investasi hijau dan memperluas kerja sama global di sektor berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai forum tersebut memberi ruang luas bagi pemerintah memasarkan agenda transisi energi dan pembangunan hijau kepada investor global. Menurutnya, forum ini juga membuka peluang dialog dengan lembaga filantropi internasional yang selama ini belum banyak tersentuh dalam pembiayaan sektor transisi energi, perlindungan hutan, dan layanan kesehatan. Kejelasan arah kebijakan dan peta jalan hilirisasi dinilai krusial untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap komitmen Indonesia membangun ekonomi hijau.

Bhima juga menekankan pentingnya memanfaatkan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Davos tidak hanya melalui pidato utama, tetapi juga lewat pertemuan bilateral dengan pemimpin negara dan pelaku usaha dunia.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Indonesia dinilai perlu tampil menawarkan solusi dan stabilitas melalui penguatan kerja sama internasional. Peluang investasi di sektor energi terbarukan, termasuk ekosistem baterai dan panel surya terapung, disebut sebagai magnet utama yang harus segera ditindaklanjuti agar komitmen tidak berhenti di atas kertas.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. Ia melihat sektor energi, pangan, dan manufaktur sebagai sektor prioritas yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor global.

Esther menyoroti kebutuhan mendesak Indonesia terhadap investasi transisi energi dan energi terbarukan, seiring komitmen pemerintah mengembangkan kapasitas listrik hingga 100 gigawatt.

Selain itu, sektor pangan dipandang strategis untuk menjamin ketahanan nasional sekaligus mendorong industri padat karya. Pada sektor manufaktur, pengembangan industri bernilai tambah tinggi, termasuk ekosistem kendaraan listrik dan revitalisasi industri tekstil, dinilai relevan dengan kebutuhan pasar global.

Esther menegaskan pentingnya pendekatan insentif yang fleksibel dan bersifat personal bagi investor. Menurutnya, forum sebesar WEF Davos perlu dilengkapi dengan penawaran kebijakan yang terukur, peta jalan yang jelas, serta rencana bisnis yang meyakinkan agar minat investasi benar-benar berujung pada realisasi. Tanpa kesiapan tersebut, peluang besar berisiko tereduksi menjadi sekadar wacana.

Dari sisi pemerintah, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Danantara Indonesia dan Kadin Indonesia mengusung pendekatan Indonesia Incorporated melalui Indonesia Pavilion dan agenda Indonesia Night.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan menekankan bahwa dialog terbuka dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi global yang stabil dan inklusif.

Tema A Spirit of Dialogue dipandang relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kehadiran Indonesia di WEF Davos diposisikan sebagai strategi awal membangun citra positif sebagai negara yang stabil, kompetitif, dan siap menjadi mitra global jangka panjang.

Pada akhirnya, WEF 2026 memperlihatkan upaya Indonesia keluar dari jebakan ketergantungan lama menuju ekonomi hijau dan industri masa depan. Forum tersebut bukan sekadar etalase diplomasi, melainkan ajang uji konsistensi antara visi, kebijakan, dan eksekusi.

Tantangan terbesar justru terletak setelah lampu Davos padam dimana perlunya memastikan setiap komitmen investasi bertransformasi menjadi proyek nyata yang mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. Jika konsistensi itu terjaga, WEF 2026 layak dikenang sebagai titik balik penting arah pembangunan ekonomi Indonesia.

*) pemerhati ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *