LMA Nabire Ajak Masyarakat Papua Tolak Provokasi 1 Desember

Nabire — Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire mengimbau masyarakat Papua untuk tetap waspada dan menolak segala bentuk provokasi menjelang 1 Desember. Seruan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi peran masyarakat adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang digelar di kediaman Ketua LMA Nabire, Karel Misiro, pada Kamis (27/11).

Acara yang dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai unsur masyarakat adat itu dibuka oleh Sekretaris LMA Nabire, Gerson Ramandai. Dalam sambutannya, Gerson menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif jelang 1 Desember yang sering menjadi momentum sensitif di Papua. “Masyarakat adat memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga harmonisasi sosial. Karena itu, seluruh tokoh adat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memecah persatuan,” ujarnya.

Gerson menambahkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi harus dihindari agar situasi tetap kondusif. “Tokoh adat punya kedekatan dengan masyarakat. Ini modal penting untuk menenangkan situasi dan mencegah meluasnya kabar bohong,” tambahnya.

Materi inti disampaikan oleh Ketua LMA Nabire, Karel Misiro. Ia menjelaskan bahwa dinamika menjelang 1 Desember kerap ditandai meningkatnya aktivitas kelompok tertentu yang bisa berpotensi memicu gangguan keamanan. “Biasanya ada unjuk rasa, blokade jalan, hingga pembakaran ban. Kami mengajak masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan segera lapor jika melihat hal-hal yang mencurigakan,” tegas Karel.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan isu yang tidak jelas sumbernya. “Informasi yang tidak benar bisa memperkeruh situasi. Lebih baik cek dulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan,” katanya. Karel menambahkan bahwa pemerintah daerah dan aparat keamanan telah meningkatkan pemantauan di sejumlah titik rawan dengan pendekatan persuasif demi memastikan keselamatan publik.

Dalam sesi diskusi, beberapa peserta mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penutupan sementara toko minuman keras sepanjang bulan Desember untuk mengurangi potensi gangguan keamanan. Usulan tersebut mendapat respons positif dan dinilai sebagai langkah preventif yang dapat mendukung stabilitas sosial. Selain memperkuat tali silaturahmi, kegiatan ini menegaskan komitmen LMA Nabire dalam menjaga ketertiban jelang momen yang dianggap rawan oleh sebagian masyarakat Papua.

LMA Nabire berkomitmen melanjutkan koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait melalui program lanjutan seperti pelatihan keamanan komunitas, dialog rutin, serta pembentukan kelompok pemantau keamanan adat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial dan memastikan Nabire tetap aman dari berbagai upaya provokasi pada 1 Desember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *